Bismillah..
Saat mengerat tulisan ini, saya baru saja selesai membaca artikel Kompas (Sabtu, 28/2) yang ditulis oleh seorang guru besar sebuah universitas di Jawa Tengah. Isinya adalah tentang betapa pentingnya menggunakan bahasa secara tepat, tidak hanya tepat makna tetapi juga tepat dalam konteks. Konteks tempat, budaya, hingga level pendidikan. Tulisan itu masih sedikit beliau kaitkan dengan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII) 21 Februari lalu.
Awalnya begini, maksud saya menulis ini, adalah berangkat dari kegelisahan saya bilamana mendengar seseorang menyapa orang lain dengan panggilan, yang menurut saya ‘asal’, seenaknya. Dan juga kesalutan saya atas kejiwabesaran sang obyek panggilan yang menanggapinya dengan senyum dan santai-santai saja. Entah senyum itu tulus tanpa menyimpan sakit hati sama sekali ataukah juga ngempet! Paling tidak, menurut saya, si dia ini sabar banget.
Nah terkait dengan prolog tulisan ini, yang saya maksudkan dengan “memanggil itu memerlukan seni” adalah bahwa dalam memanggil nama seseorang ternyata juga mesti kita sesuaikan dengan budaya, latar belakang pendidikan, dan juga kebiasaan. Maksudnya begini. Pertama, Anda saya anggap sepakat bahwa nama adalah satu hal yang penting kita ingat saat menyapa. Kedua, ini yang ingin saya share. Saya ingin berbicara dalam adat ketimuran yang menjadi tradisi, dan menurut saya tidak jelek. Pendidikan etika saya semasa di kampung dulu mengajarkan pada anak-anak untuk menghormati orang yang lebih tua dengan sapaan tambahan di depan namanya. Contohnya, “Mas Ari, Mbak Siti, Pak Ramli, Mbah Bejo” dan lain sebagainya. Ini tentu saja tidak selalu berlaku untuk semua wilayah geografis di negeri ini. Nah, dalam kaitannya dengan EQ tadi, untuk wilayah
Pendapat Anda tidak salah, dan saya tidak pula perlu membantah. Saya hanya ingin mengajukan alternatif lain pada Anda salah satu cara mendapatkan simpati dengan cara yang teramat mudah. Coba Anda ingat perkataan pakar personality dan hubungan intrapersonal, Dale Carnegie, bahwa salah satu sifat dasar manusia adalah “suka disanjung.” Caranya tentu berbeda-beda. Saya di sini bicara dalam konteks budaya. Saya ingin kasih satu contoh mudah cara kita menghormati orang lain yang berkaitan dengan judul tulisan ini. Anda yang muslim tentu mafhum dengan bagaimana orang nahdliyin menyapa Nabi Muhammad saw. Mereka menyesuaikan dengan konteks budaya lokal bahwa sangat tidak sopan memanggil orang lain, hanya dengan namanya, khususnya untuk yang lebih tua. Mereka biasa memakai kata “sayyidina” yang artinya kurang lebih adalah “Tuanku” atau “Tuan kita” bila dimaknai menggunakan sharaf karena ber-dhomir (kata ganti) “nahnu” yang artinya “kita”. Nah coba Anda bandingkan dengan kebiasaan di negeri barat yang lebih biasa memanggil orang lain langsung dengan namanya. Misalnya, “Hi Sean, where’ve you been?” dari seorang anak kecil kepada kakek-kakek bernama Sean. Kembali pada nahdliyin, mereka biasa bershalawat dengan kalimat, “Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad!” untuk tidak hanya mendoakan, tetapi juga memberikan sapaan dengan cara yang pantas pada Nabi Muhammad saw. Sementara saudara-saudara kita Muhammadiyah yang lebih modern tidak menerima cara itu. Mereka menganggap hal itu berlebihan, apalagi ada hadist yang menyatakan Rasul tidak suka disanjung. Kesannya mengkultuskan. Umar ra saja memilih disiramkan pasir ke mukanya dari pada orang lain menyanjungnya, dalam sebuah hadist. Tentu pendapat teman-teman Muhammadiyah tidak salah. Tapi mungkin orang nahdliyin dengan berkelakar ala Cak Nun akan membela diri, “Misalnya kita dulu hidup sejaman dengan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, orang-orang Muhammadiyah pasti juga dongkol kalau kita menyapa beliau (hanya) dengan, “Mau kemana kamu, Lan?” atau “Lan, arep neng ndi?”’.
Untuk pendapat Anda di atas, saya bilang tidak semua orang sama. Kita yang harus jeli mengamati, darimana asal daerahnya, sudah pernah kemana saja, bagaimana cara seseorang itu berhubungan dan bertegur sapa. Dengan begitu Anda bisa mengira-ngira model sapaan yang pas untuknya.
Wallahu a’lamu bish shawab,,
Wassalamu’alaikum!
Sabtu, 28/2 09 menjelang Dhuhur
Khoirul,,
www.KhoirulAzis.com
March 24th, 2009 at 12:21 am
Masssss Chhhhooooy.
Wah terima kasih artikelnya bagus.
July 16th, 2010 at 12:39 am
< blockquote >< a href=”http://pillspot.org/”>PillSpot.org. Canadian Health&Care.Best quality drugs.No prescription online pharmacy.Special Internet Prices. Low price drugs. Order pills online< /a >…
Buy:Lipothin.Acomplia.Wellbutrin SR.Zetia.Female Pink Viagra.Female Cialis.Lasix.Zocor.Ventolin.Amoxicillin.Advair.SleepWell.Seroquel.Lipitor.Benicar.Nymphomax.Buspar.Aricept.Cozaar.Prozac….
July 21st, 2010 at 2:22 am
< blockquote >< a href=”http://medicamentspot.com/”>MedicamentSpot.com. Canadian Health&Care.No prescription online pharmacy.Best quality drugs.Special Internet Prices. No prescription pills. Order drugs online< /a >…
Buy:Lasix.Cozaar.Ventolin.Female Cialis.Prozac.Advair.Seroquel.Female Pink Viagra.Zetia.Amoxicillin.Benicar.Aricept.SleepWell.Wellbutrin SR.Acomplia.Nymphomax.Lipitor.Zocor.Buspar.Lipothin….
August 29th, 2010 at 5:30 pm
ihome http://lsamsungzgcgb.ANTIQUEFURNINISHING.INFO/tag/dock+ihome+Buy/ : ihome…
dock…
August 30th, 2010 at 5:08 am
How http://hpatiorsvqo.04FORDPARTS.US/tag/Looks+How+to/ : to…
How…
August 30th, 2010 at 8:57 pm
Stores http://xkenwoodglxqpom.bestpartsstore.info/tag/Stores+Maryland+Furniture/ : Furniture…
Stores…