ICE BREAKERS
Gimana nggak sebel coba! Lagi asyik-asyiknya nulis, ke-interupsi, trus kehilangan arah tulisan. Udah berusaha mati-matian mengingat-ingat, gak berhasil juga. Padahal interupsinya adalah sesuatu yg mulia, yak waktunya Ashar. Tapi ya itu tadi, sebelnya pas balik lg ke dpn kompi, komputer maksudnya, bengong sendiri coz bingung nggak ngerti mo nulis apa.
Padahal otak kita sebenarnya nggak ada tandingannya dalam banyak hal. Ia tidak membaca tulisan dg huruf per huruf, tetapi kata demi kata asal letak huruf awal dan akhirnya tetap. “oatk” tetap bisa kebaca “otak” oleh otak kita. “Dndiing itu tbuerat drai btau btaa” bisa tetap kebaca “Dinding itu terbuat dari batu bata.” Hebat kan?
Dalam hal nyimpen memori, nggak ada yg ngalahin kinerja otak. Ia mampu menyimpan hingga 1011 (seratus triliun) byte, kata John Griffith, ahli Matematika. John Von Neumann yg ahli informasi malah berpendapat sampe 2.8 x 1020 (280 kuintiliun) byte, dsb (J Rahmat, 1985). Read the rest of this entry »
ini lanjutan dari posting sbl-nya ttg Kepemimpinan-Konsep, masih dari jurnal yg sama.
selamat m’baca..
Prinsip-prinsip Kepemimpinan
Untuk membantu seseorang ‘menjadi (siapa), mengetahui, dan melakukan’, ada 11 prinsip kepemimpinan yang bisa dijadikan panduan :
1)Know his/her self and seek self improvement. Memahami diri sendiri dan berusaha melakukan perbaikan terhadap dirinya itu. Perbaikan ini hanya mungkin dilakukan bila seseorang paham akan dirinya hingga dia tahu apa yang mesti diperbaiki. Perbaikan harus dilakukan continually, tanpa putus, dengan membaca, diskusi, atau mengikuti kelas-kelas.
2)Be technically proficient. Cakap pada hal-hal teknis. Sebagai seorang pemimpin, seseorang harus memiliki pemahaman yang cukup baik tentang pekerjaan yang dilakukan bawahannya.
3)Seek responsibility and take responsibility for his/her actions. Seorang pemimpin harus mampu menemukan berbagai cara untuk membimbing organisasinya menuju pencapaian yang lebih tinggi. Tetapi bila kemudian yang terjadi di luar dugaan, cepat atau lambat, jangan menyalahkan siapapun. Pahami situasi, ambil langkah korektif, dan segera bergerak menuju tantangan selanjutnya. Read the rest of this entry »
Dalam buku ‘Seri Manajemen No. 101: Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kerja’ Rolf P. Lynton dan Udai Pareek mendefinisikan pelatihan sebagai berikut :
ü Pendidikan itu melingkupi pengetahuan dan pengertian, sedangkan pelatihan terutama mengenai pengertian dan sikap
ü Pendidikan membantu siswa memilih dan menentukan kegiatannya. Pelatihan membantu siswa memperbaiki prestasi dalam kegiatannya
ü Pendidikan berkaitan dengan pembukaan dunia bagi siswa, sehingga ia bisa memilih minat, cara hidup, dan karirnya. Pelatihan membantu siswa mengambil jalur yang sesuai dengan teknologi atau organisasi tempatnya berada.

Sebuah forum pelatihan akan sangat efektif bila didukung dengan pengelolaan yang baik dan terencana dalam pelaksanaannya. Tentunya harus didukung dengan koordinasi yang rapi antar elemen kepanitiaannya.

Forum tersebut bisa berjalan seperti yang diharapkan apabila setidaknya memenuhi hal-hal berikut: Read the rest of this entry »
Tulisan ini adalah saduran sebuah jurnal, yang antara lain, mengambil referensi dari “Bernard : Stogdill’s Handbook of Leadership (1989) : A Survey of Theory and Research dan US Army Handbook (1973) Military Leadership” . “Big Dog’s leadership Page” ini ditulis oleh Donald Clark pertengahan 1997.
Hanya ingin membagi diskusi tentang Leadership, sesuatu yang sangat sering dilatihkan oleh banyak kalangan, karena tingkat pentingnya yang tidak diragukan lagi.
Managers are people who do things right, while leaders are people who do the right thing. - Warren Bennis, Ph.D. “On Becoming a Leader”
Pemimpin hebat tidaklah dilahirkan, tetapi dibuat. Ia bisa diciptakan. Bila seseorang memiliki keinginan dan kemauan yang kuat, dia bisa menjadi An Effective Leader, pemimpin yang efektif. Pemimpin yang baik diciptakan melalui proses pembelajaran diri yang tiada henti, pendidikan, pelatihan, dan pengalaman. Read the rest of this entry »
Recent Comments